Minggu, 30 Oktober 2016

TUGAS 3

Pengertian Perusahaan

Perusahaan adalah organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. Kegiatan produksi dan distribusi dilakukan dengan menggabungkan berbagai faktor produksi, yaitu manusia, alam dan modal. Kegiatan produksi dan distribusi umumnya dilakukan untuk memperoleh laba. Namun ada juga kegiatan produksi yang tujuannya bukan untuk mencari laba. Seperti yayasan sosial, keagamaan, dll. Hasil suatu produksi dapat berupa barang dan jasa. Contoh-contoh perusahaan


  1. Perusahaan Ekstraktif

    Perusahaan Ekstraktif adalah perusahaan yang bidang usahanya memungut benda-benda yang tersedia di alam secara langsung. Perusahaan yang termasuk kelompok perusahaan ekstratif antara lain pertambangan penangkapan ikan, penebangan kayu, pemungutan rumput laut, dan pembuatan garam. Perusahaan pertambangan ialah perusahaan yang usaha menghali dan mengolah barang-barang tambang.

    Contoh :
    • Pertambangan Minyak Bumi
    • Pertambangan Batu Bara
    • Pertambangan Timah
    • Pertambangan Nikel
                         
  2. Perusahaan Agraris

    Perusahaan Agraris adalah perusahaan yang usahanya mengolah dan memanfaatkan tanah agar menjadi lahan yang berdayaguna dan berhasil guna untuk memenuhi kebutuhan. Perusahaan agraris meliputi pertanian, perkebunan, perikanan (pemerihara ikan), dan peternakan. Perusahaan pertanian ialah perusahaan yang usahanya mengolah tanah menjadi lahan pertanian, kemudian ditanami tumbuh-tumbuhan agar menghasilkan bahan untuk memenuhi kebutuhan.

    Contoh :
    • Pertanian Padi,
    • Pertanian Kacang Tanah,
    • Perkebunan Karet,
    • Perkebunan Kopi,
    • Perkebunan Teh.
                
  3. Perusahaan Industri

    Perusahaan Industri adalah perusahaan yang usahanya mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi (bahan baku), atau mengolah bahan baku menjadi barang jadi.

    Contoh :
    • Perusahaan kerajinan rotan mengolah bahan mentah (rotan) menjadi barang jadi (misalnya kursi rotan dan anyaman rotan),
    • Perusahaan tepung terigu mengolah bahan mentah (gandum) menjadi bahan baku (tepung terigu).
    • Perusahaan roti mengolah bahan baku (tepung terigu) menjadi barang jadi (roti).
    • Perusahaan mobil, pupuk, kimia, obat-obatan dan sepatu.
                    
  4. Perusahaan Jasa

    Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang usahanya menyelenggarakan jasa untuk para konsumen (pemakai) dengan memperoleh imbalan.

    Contoh :
    • Perusahaan pengangkutan bus
    • Jasa bank dan jasa pergudangan
    • Jasa seorang dokter, jasa seorang penjahit.
                
  5. Perusahaan Perdagangan

    Perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang usahanya mengumpulkan dan menyalurkan barang-barang hasil produksi dari produsen (pembuat) kepada konsumen (pemakai). Contoh perusahaan perdagangan ialah usaha pertokoan serta perdagangan ekspor dan impor.
Lingkungan Perusahaan

Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
  • Lingkungan Eksternal

    Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :

        •Lingkungan Eksternal Makro

        Adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.
            Contoh :
              • Keadaan Alam
                • Politik
                  • Hukum
                    • Perekonomian
                      • Pendidikan dan kebudayaan
                        • Kependudukan
                          • Hubungan internasional.


                              •Lingkungan Eksternal Mikro

                              Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
                                  Contoh :
                                    • Pemasok / supplier
                                      • Perantara
                                        • Teknologi
                                          • Pasar
                                                          
                                        • Lingkungan Internal

                                          Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.

                                          Contoh :

                                                  • Tenaga kerja
                                            • Peralatan dan mesin
                                              • Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
                                                • Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
                                                  • System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

                                                Tempat Kedudukan Perusahaan

                                                Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya
                                                Beberapa contoh Tempat kedudukan :

                                                • Tempat kedudukan berorientasi pada pasar,
                                                • Tempat kedudukan berorientasi pada pengolahan contoh industri semen palimanan,
                                                • Tempat kedudukan berorientasi pada bahan baku contoh perusahaan Industri konveksi ,perusahaan rokok.

                                                Letak Perusahaan

                                                Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. faktor-faktor yang mempengaruhi biaya.

                                                Letak perusahaan di bedakan menjadi 4 yaitu:

                                                • Terikat Pada Alam

                                                  Pada umumnya karena kemudahan dan tersedianya bahan baku.

                                                  Contohnya : perusahaan emas, timah, Minyak bumi
                                                           
                                                • Terkait Sejarah

                                                  Perusahaan menjalankan aktivitasnya dalam suatu daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.

                                                    Contohnya : Perusahaan batik
                                                            
                                                  • Ditetapkan oleh pemerintah

                                                    Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan , keamanan, politik, dan kesehatan.

                                                      Contoh : perusahaan kimia
                                                               
                                                    • Dipengaruhi oleh faktor faktor ekonomi

                                                      Yang bersifat industri adalah : ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, trasnporasi, kedekatan dengan pasar dan kesesuaian dengan iklim.

                                                    Ciri-Ciri Perusahaan Secara Umum

                                                    Ciri ciri perusahaan mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan tersebut mudah dikenali
                                                    Secara umum terdapat 7 ciri perusahaan yaitu :

                                                    1. Operatif

                                                      Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi dan penyedia / distribusi barang dan jasa.
                                                               
                                                    2. Koordinatif

                                                      Di perlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
                                                               
                                                    3. Reguler

                                                      Untuk mencapai kesinambungan perusahaan di perlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
                                                                 
                                                    4. Dinamis

                                                      Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
                                                                 
                                                    5. Formal

                                                      Tunduk pada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian.
                                                                      
                                                    6. Lokasi

                                                      Perusahaan di dirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang bergeografis jelas.
                                                                   
                                                    7. Pelayanan Bersyarat

                                                      Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi misi nya dalam pencapaian tujuan.
                                                                     
                                                    Sistem Ekonomi Kapitalisme

                                                    Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

                                                    Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalisme :

                                                    1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi,
                                                    2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar,
                                                    3. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri,
                                                    4. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
                                                    Kelebihan sistem ekonomi kapitalisme :

                                                    1. Tiap - tiap individu sebagai warga negara diberi kebebasan memilih pekerjaan yang ia sukai dengan bakatnya.
                                                    2. Adanya persaingan yang kuat yang menyebabkan setiap individu selalu berusaha untuk maju.
                                                    3. Kualitas barang lebih terjamin karena untuk dapat bersaing di pasaran setiap individu harus berusaha menghasilkan barang yang berkualitas baik.
                                                    4. Kualitas pelayanan terjamin karena merupakan faktor yang sangat penting dalam bersaing.
                                                    5. Produksi didasarkan atas kebutuhan masyarakat.
                                                    Kekurangan sistem ekonomi kapitalis :
                                                    1. Adanya tindakan kurang sehat dalam persaingan. Hal ini untuk memenangkan mereka dalam persaingan tersebut.
                                                    2. Adanya persaingan di dalam pasar dapat menimbulkan monopoli.
                                                    3. Adanya persaingan yang kuat di antara individu meyebabkan terjadinya kesenjangan antara yang kuat dan yang lemah makin lebar. Dengan demikian, distribusi pendapatan yang merata sulit tercapai.
                                                    Sistem Ekonomi Sosialisme

                                                    Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.

                                                    Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme :
                                                    1. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
                                                    2. Peran pemerintah sangat kuat
                                                    3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
                                                    Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialisme :
                                                    1. Pemerintah mudah mengadakan pengendalian.
                                                    2. Kebutuhan masyarakan dapat dipenuhi secara merata karena jalannya perekonomian berada pada pemerintah.
                                                    3. Kebutuhan masyarakan dapat dipenuhi secara merata karena jalannya perekonomian berada pada pemerintah.
                                                    Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialisme :
                                                    1. Hak milik perseorangan tidak diakui.
                                                    2. Individu tidak mempunyai kebebasan untuk memiliki barang dan jasa.
                                                    3. Individu tidak mempunyai kebebesan untuk membuka usaha.
                                                    4. Jalur birokrasi panjang sehingga sulit dalam pengambilan keputusan.
                                                    5. Tidak adanya kebebasan mengakibatkan kreativitas masyarakat tidak berkembang.

                                                    Referensi :



                                                    Tidak ada komentar:

                                                    Posting Komentar