Sistem
Perekonomian di Dunia
Sistem Ekonomi
Liberal
Sistem ekonomi
liberal dikenal juga dengan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi liberal adalah
sistem ekonomi yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang
perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang
sebesar-besarnya.
Pada sistem
ekonomi liberal, pengelolaan perekonomian sepenuhnya diatur oleh kekuatan pasar
(yakni kekuatan permintaan dan penawaran). Artinya individu atau swasta diberi
wewenang penuh dalam mengelola perekonomiannya. Wewenang pemerintah dalam hal
ini terbatas, mencakup keselamatan dan kelangsungan hidup warga negara. Seperti
misal, larangan memproduksi obat bius dan obat-obatan terlarang lainnya.
Terdapat kebebasan individu yang besar dalam melakukan kegiatan ekonominya.
Sistem ekonomi liberal dianut oleh sebagian besar negara-negara di dunia, terutama di negara-negara Eropa Barat, Amerika, Kanada, dan Australia.
Untuk lebih
jelasnya perhatikan ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal di bawah ini.
Ciri-ciri Sistem
Ekonomi Liberal
a. Bebas memiliki
alat-alat dan sumber-sumber produksi, baik perorangan maupun kelompok
b. Hak milik
perorangan dijamin sepenuhnya
c. Kegiatan
ekonomi sebagian besar dilakukan oleh swasta
d. Campur tangan
pemerintah sangat sedikit atau terbatas
e. Modal mempunyai
peran yang terpenting dalam kegiatan ekonomi
f. Bebas bersaing
dengan cara apa pun
g. Didorong oleh
motif memperoleh laba sebesar-besarnya
Kelebihan dari
sistem ekonomi liberal, antara lain:
a. Setiap individu
diberi kebebesan dan kesempatan untuk berusaha
b. Setiap individu
bebas memiliki alat-alat produksi
c. Setiap individu
bebas memilih bidang usaha yang disukainya
d. Persaingan
dapat menyebabkan adanya dorongan untuk maju
e. Produksi barang
dan jasa berdasarkan kepada kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan masyarakat.
Adapun kekurangan
sistem ekonomi liberal:
a. Kebebasan berusaha
menyebabkan adanya kelompok yang sangat dominan, sementara ada kelompok yang
lemah
b. Menimbulkan
monopoli yang merugikan masyarakat
c. Menimbulkan
penindasan (eksploitasi) terhadap manusia karena mengejar keuntungan atau laba
yang sebesar-besarnya
d. Tidak ada
pemerataan pendapatan karena setiap individu berlomba-lomba mencari keuntungan.
Sistem Ekonomi
Sosialis
.
Sistem
perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran
masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan
kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian. Tetapi
justeru karena sangat besarnya campur tangan pemerintah, mengakibatkan potensi
dan daya kreasi masyarakat akan mati dan tidak adanya kebebasan individu dalam
melakukan kegiatan ekonomi.
Negara yang
menganut sistem ekonomi sosialis adalah negara-negara yang berideologi komunis
seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, RRC dan negara komunis lainnya.
Adapun ciri-ciri
sistem ekonomi sosialis sebagai berikut:
a. Seluruh sumber
daya dikuasai oleh negara
b. Produksi
dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
c. Kegiatan
ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur oleh pemerintah secara terpusat
d. Hak milik
individu tidak diakui
Kelebihan Sistem
Ekonomi Sosialis:
a. Semua kegiatan
dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan
pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
b. Tidak ada
kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah
dapat dilakukan dengan merata.
c. Pemerintah bisa
lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d. Pemerintah
lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
Adapun kekurangan
Sistem Ekonomi Sosialis:
a. hak milik
pribadi tidak diakui,
b. potensi
inisiatif dan daya kreasi masyarakat tidak berkembang,
c. segala
kebijakan pemerintah harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat
paternalisme.
Sistem Ekonomi
Campuran
Sistem ekonomi
campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan
yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam
sistem ekonomi campuran pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam
menjalankan kegiatan perekonomian.
Pada sistem
ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam
perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk
menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Adanya campur
tangan dari pemerintah bertujuan untuk menghindari akibat-akibat yang kurang
menguntungkan dari sistem liberal, antara lain terjadinya monopoli dari
golongan-golongan masyarakat tertentu terhadap sumber daya ekonomi.
Sistem ekonomi
campuran banyak diterapkan di negaranegara yang sedang berkembang, seperti
Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko.
Untuk mengetahui
lebih jelasnya mengenai sistem ekonomi campuran, berikut ini ciri-ciri dari
sistem ekonami campuran.
a. Sumber-sumber
daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
b. Pemerintah
menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di
bidang ekonomi.
c. Swasta diberi
kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang
ditetapkan pemerintah.
d. Hak milik
swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan
kepentingan umum.
e. Pemerintah
bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
f. Jenis dan
jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
ditangani swasta
dan ada bidang-bidang yang ditangani pemerintah.
Sistem Politik di
Berbagai Negara di Dunia
Advertisement
Pengertian Sistem Politik
Pengertian Sistem Politik
Menurut Ramlan
Surbakti, sistem politik adalah proses interaksi antara pemerintah dan
masyarakat untuk menentukan kebaikan bersama bagi masyarakat yang tinggal dalam
satu wilayah tertentu. (Baca juga : pengertian pendidikan kewarganegaraan
menurut para ahli)
Berdasarkan
pengertian yang dikemukakan oleh Ramlan Surbakti tersebut, maka secara
sederhana sistem politik merupakan interaksi antara masyarakat dengan
pemerintah yang berkaitan dengan proses pengambilan suatu kebijakan yang
dirumuskan atas asas kepentingan bersama. (Baca juga : hubungan negara dengan
warga negara )
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Perbedaan Sistem Politik di Berbagai Negara
Berbagai negara
yang ada di dunia, memilih dan menerapkan sistem politik yang berbeda antara
satu sama lain. Faktor utama yang menjadi pertimbangan menerapkan suatu sistem
politik tertentu adalah paham atau ideologi yang dianut oleh negara yang
bersangkutan. (Baca juga : ciri ciri masyarakat politik)
Disamping aspek
ideologi, terdapat faktor-faktor lainnya yang menjadi pertimbangan, yakni
sebagai berikut :
1. paham atau ideologi yang dianut
2. latar belakang sejarah
3. kondisi sosiologis
4. kondisi kultural atau budaya
5. kondisi kejiwaan masyarakat
(psycho-social)
6. pedoman filsafat
7. pedoman konstitusi dan hukum
Berikut adalah
beberapa sistem politik di berbagai negara :
1. Sistem Politik
Liberal
Menurut Cambridge
Dictionary, sistem politik liberal adalah suatu bentuk sistem perwakilan
demokrasi bekerja atas prinsip liberalisme, yaitu melindungi hak individu
dengan menuangkannya pada aturan.
Salah satu ciri
utama dari sistem politik liberal adalah kekuasaan negara yang terletak pada
parlemen. Adapun kelebihan dari sistem politik liberal ini yaitu kecil
kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan, hal ini karena kekuasaan tidak
berada pada satu pemegang kekuasaan saja. Sedangkan kekurangan dari sistem
politik liberal adalah memicu adanya monopoli kekuasaan oleh sekelompok
pemangku kekuasaan yang bekerja sama. (Baca juga : sistem pemilu di indonesia)
2. Sistem Politik
Komunis
Sistem politik
komunis adalah sistem politik yang memposisikan negara sebagai pengatur dan
penguasa penuh atas segala aspek kehidupan bernegara.
Dalam sistem
politik ini negara tidak hanya menguasai dan mengatur aspek ekonomi dan politik
saja, tapi juga kepercayaan/paham warga negaranya serta hal-hal yang dinilai
baik buruk dalam kehidupan sosial masyarakat.
3. Sistem Politik
Parlementer
Sistem politik
parlementer adalah sistem politik yang menjadikan parlemen sebagai pemegang
kekuasaan tertinggi. Dalam sistem politik terdapat seorang presiden sebagai
kepala negara, dan seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.
Adapun kelebihan
sistem politik parlementer yaitu memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap
pendapat publik. Sedangkan kelemahan dari sistem politik ini adalah proses
pelaksaaan pemerintahan yang tidak stabil serta tidak ada perbedaan yang jelas
antara kekuasaan eksekutif dan kekuasaan legislatif
4. Sistem Politik
Presidensial
Sistem politik
presidensial adalah sistem politik yang memisahkan antara kekuasaan legislatif
dan kekuasaan eksekutif. Sistem politik presidensial memiliki nama lain yaitu
sistem kongresional. Dalam sistem politik presidensial, presiden merupakan
kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
Presiden menduduki
kekuasaan terkuat yang tidak dapat dijatuhkan oleh lembaga lainnya yang berada
dalam pemerintahan negara tersebut. Presiden dapat dilengserkan dari kursi
kekuasaannya hanya jika ia terlibat dalam pelanggaran berat seperti :
pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap negara dan terlibat masalah
kriminal.
5. Sistem Politik
Otoriter/Totaliter
Sistem politik
otoriter adalah sistem politik dimana segala bentuk peraturan dan kebijakan
yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara berasal dari satu
sumber, yakni dari pemangku kekuasaan tertinggi. Sistem politik otoriter
dikenal juga dengan sistem politik diktator karena pada sistem politik ini
dipimpin oleh seseorang yang diktator. (Baca juga : peran ayah dalam keluarga)
6. Sistem Politik
Anarki
Menurut Alexander
Wendt, anarki adalah segala hal yang dilakukan oleh negara. Hal ini berarti
bahwa anarki bukanlah sebuah sistem yang
berlaku secara internasional melainkan hanya sebuah sistem ciptaan suatu
negara.
Sistem politik
anarki adalah sistem politik yang merujuk pada konsep anarki yakni tidak
memiliki pemimpin dan tidak memiliki pemerintahan yang berdaulat. Dalam sistem
politik anarki ini tidak ada kekuatan dan kekuasaan koersif secara hierarki yang
bertugas menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi, memberlakukan hukum,
dan menata sistem pemerintahan seperti halnya yang terjadi di negara-negara
lain
7. Sistem Politik
Demokrasi
Sistem politik
demokrasi merupakan sistem politik yang memberikan hak setara kepada seluruh
warga negara atau rakyatnya dalam proses pengambilan suatu kebijakan atau
keputusan yang menyangkut kepentingan bersama dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara.
8. Sistem Politik
Demokrasi Transisi
Sistem politik
demokrasi transisi adalah sistem politik yang belum stabil, dimana sistem ini
diberlakukan pada masa transisi antara satu orde pemerintahan ke orde
pemerintahan selanjutnya. Tidak jelasnya orde pemerintahan yang akan berlaku di
masa yang akan datang disebut sebagai suatu rangkaian berbagai kemungkinan
Sumber :
http://azanulahyan.blogspot.co.id/2014/04/macam-macam-sistem-ekonomi-dalam-perekonomian-dunia.html
http://guruppkn.com/sistem-politik-di-berbagai-negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar